Dari AL-Qur'an "pemahaman yang murni"

Dakwah islam telah melahirkan satu generasi manusia yang paling istimewa di dalam sejarah. Yaitu generasi sahabat Rasullulah SAW, Ridhwanullahi alaihim. Generasi yang tidak pernah muncul lagi sesudah itu.

Al-Quran masih ada bersama-sama kita. Hadits Rasullulah SAW dan petunjuk-petunjuk dari perjalanan hidup dan sirahnya yang mulia juga masih ada di samping kita. Hanya diri pribadi Rasulullah SAW saja yang telah tiada lagi bersama-sama kita sekarang.

Allah SWT telah menjamin untuk memelihara Al-Quran, dan tetap memelihara agama-Nya ini hingga ke hari kiamat. Ketiadaan diri Rasulullah SAW bukan jawaban atas kegagalan dakwah di zaman ini.

Sumber pokok generasi pertama itu hanya Al-Quran saja. Hadits rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuknya beliau adalah semata-mata merupakan penafsiran kepada sumber utama itu. Bukan karena di zaman itu tidak ada kebudayaan, tidak punya pelajaran, tidak punya buku karangan dan tidak punya kajian.

Di zaman itu telah ada kebudayaan Romawi, buku-buku dan undang-undang, yang masih diikuti oleh orang-orang Eropa sampai hari ini. Telah wujud peninggalan kemajuan yunani, ilmu mantiknya, falsafah dan keseniannya, yang juga masih menjadi sumber pemikiran barat hingga sekarang.

Bahkan faktor kekurangan kebudayaan duniawi yang menyebabkan generasi pertama mengambil dari kitab Allah (Al-Quran) saja, tapi karena "planning" yang telah ditentukan dan program yang telah diatur.

Rasulullah SAW marak ketika melihat Umar bin Al-Khattab R.A. Memegang sehelai kitab Taurat, "Demi Allah sekiranya Nabi Musa masih hidup bersama-sama kamu sekarang pun, tidak halal baginya melainkan mesti mengikut ajaranku." (HR. Abu Ya'la).

Rasulullah SAW, bermaksud dan mengarahkan supaya suber panduan dan pengajaran generasi pertama itu, dalam peringkat pertumbuhan, hanya terbatas kepada kitab Allah (Al-Quran) saja untuk membentuk satu generasi yang bersih hatinya, bersih pemikirannya, bersih pandangan hidupnya, bersih perasaanya, dan mumi jalan hidupnya dari unsur lain dari landasan Ilahi yang terkandung dalam Al-Quranul Karim.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dari AL-Qur'an "pemahaman yang murni""