MUTIARA UTAMA "bagaimana memahami al-quran"

Mereka (para sahabat awwalun RA) adalah segolongan manusia belaka. Mereka tidak mampu membersihkan diri mereka dari perasaan-perasaan manusia dan kelemahan-kelemahannya. Mereka tidak dituntut menjangkau batas-batas jenis mereka sebagai manusia dan tidak pula disuruh keluar dari lingkungan jenis manusia sehingga hilang segala sifat-sifat dan ciri mereka sebagai manusia.

Oleh karena itu Allah jadikan mereka sedemikian rupa supaya mereka tetap dengan sifat-sifat manusia dan tidak berubah kepada malaikat-malaikat tidak pula kepada syaitan-syaitan dan tidak pula kepada binatang dang batu batan.

Sebagai manusia mereka tetap mengalami rasa takut dan cemas apabila dilanda kesusahan. Hati mereka dan cemas apabila dilanda kesusahan. Hati mereka akan bergoncang apabila menghadapi suasana bahaya yang melewati keupayaan mareka. Namun demikian, hati mereka tetap tertambat pada tali yang kukuh yang menghubungkan mereka dengan Allah.

Tali inilah yang menghalangkan mereka dari gugur dan tali inilah yang membaharui harapan mereka dan mengawal mereka dari rasa putus asa. Dengan sifat-sifat inilah mereka menjadi contoh yang unik dan tiada tolak bandingnya di dalam sejarah manusia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MUTIARA UTAMA "bagaimana memahami al-quran""