Mutiara Tazkiyah
*MUHASABAH*
" Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira juga pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. .. " (Al-Baqarah: 213).
Sunnah perjuangan.... Menegakkan agama Allah mendapat tantangan berbagai pihak. Bahkan dari pihak agama sendiri yang memberi tantangan.
Apa yang berlaku pada Nabi Isa Alaihisalam - otoritas agama dari kalangan pendeta yahudi yang menentang dakwah baginda.
Musyirikin makkan yang menentang Nabi Muhammad terdiri dari bangsawan Quraisy yang menjaga ka'bah dan al-masjid al-haram.
Golongan agama yang telah terpengaruh dengan keduniaan merasa terancam dengan dakwah yang di bawa oleh nabi-nabi utusan Allah, sehingga mereka yang sepatutnya menjadi manusia pertama menghayut seruan dakwah bertukar menjadi seteru utama.
Ada juga kalangan agama yang menentang dakwah lantaran kejahilan. Keliru dalam memahami agama, lantas tidak mendapat ilmu yang mampu membawa pada kebenaran. Hidup dalam bayang-bayang, menyangka kebenaran dipihaknya padahal kebenaran berada bersama dakwah yang dibawa nabi-nabi utusan Allah.
Ada pula sebagian manusia yang merasa kebenaran adalah hak milik kelompok. Hanya pendapat yang benar, semua yang bertentangan dengan mereka salah.
Seolah-olah agama kebenaran yang diajar oleh nabi-nabi utusan Allah adalah hak mereka. Mereka adalah manusia terpilih. Sebisa-bisanya akan menghalang manusia lain dari meneguk air kebenaran dari telaga wahyu yang dikurniakan Allah kepada nabi-nabi utusan-Nya.
Seolah-olah mereka penunggu pintu syurga dan neraka, hanya mereka berhak menentukan siapa yang layak untuk syurga dan siapa yang layak untuk neraka.
Boleh jadi disebabkan tahu kebenaran namun enggan menerimanya seperti golongan pertama tadi, atau jahil lantas menyangka benar padhal salah seperti golongan kedua.
Semua sampai masanya, umat islam sama-sama berbagi kebenaran islam dengan manusia keseluruhannya. Membawa dunia kepada kebenaran islam.
Sampai kapan masa hendak dihabiskan bermain stempel "ahli neraka", " khowarij", "teroris", "radikal" bukankah Allah penentu segala di Akhirat nanti?kenapa menyibukkan diri dengan sesuatu yang menjadi hak Allah?..........
" Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira juga pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. .. " (Al-Baqarah: 213).
Sunnah perjuangan.... Menegakkan agama Allah mendapat tantangan berbagai pihak. Bahkan dari pihak agama sendiri yang memberi tantangan.
Apa yang berlaku pada Nabi Isa Alaihisalam - otoritas agama dari kalangan pendeta yahudi yang menentang dakwah baginda.
Musyirikin makkan yang menentang Nabi Muhammad terdiri dari bangsawan Quraisy yang menjaga ka'bah dan al-masjid al-haram.
Golongan agama yang telah terpengaruh dengan keduniaan merasa terancam dengan dakwah yang di bawa oleh nabi-nabi utusan Allah, sehingga mereka yang sepatutnya menjadi manusia pertama menghayut seruan dakwah bertukar menjadi seteru utama.
Ada juga kalangan agama yang menentang dakwah lantaran kejahilan. Keliru dalam memahami agama, lantas tidak mendapat ilmu yang mampu membawa pada kebenaran. Hidup dalam bayang-bayang, menyangka kebenaran dipihaknya padahal kebenaran berada bersama dakwah yang dibawa nabi-nabi utusan Allah.
Ada pula sebagian manusia yang merasa kebenaran adalah hak milik kelompok. Hanya pendapat yang benar, semua yang bertentangan dengan mereka salah.
Seolah-olah agama kebenaran yang diajar oleh nabi-nabi utusan Allah adalah hak mereka. Mereka adalah manusia terpilih. Sebisa-bisanya akan menghalang manusia lain dari meneguk air kebenaran dari telaga wahyu yang dikurniakan Allah kepada nabi-nabi utusan-Nya.
Seolah-olah mereka penunggu pintu syurga dan neraka, hanya mereka berhak menentukan siapa yang layak untuk syurga dan siapa yang layak untuk neraka.
Boleh jadi disebabkan tahu kebenaran namun enggan menerimanya seperti golongan pertama tadi, atau jahil lantas menyangka benar padhal salah seperti golongan kedua.
Semua sampai masanya, umat islam sama-sama berbagi kebenaran islam dengan manusia keseluruhannya. Membawa dunia kepada kebenaran islam.
Sampai kapan masa hendak dihabiskan bermain stempel "ahli neraka", " khowarij", "teroris", "radikal" bukankah Allah penentu segala di Akhirat nanti?kenapa menyibukkan diri dengan sesuatu yang menjadi hak Allah?..........
0 Response to "Mutiara Tazkiyah"
Post a Comment